Agar mereka tidak sekedar berkunjung. Ini caranya

Transaksi.

Adalah hal yang menjadi harapan bagi kita sebagai pemilik bisnis ketika melihat setiap pengunjung datang ke bisnis kita.

Bukan hanya bisnis kecil rasa-rasanya semua bisnis juga berharap hal yang sama.

Namun pada kenyataanya tidak semua orang yang datang ke bisnis kita itu langsung melakukan transaksi.

Ada yang datang langsung keluar. Ada yang datang hanya untuk melihat-lihat saja dan tidak melakukan apapun.

Karenanya sangat penting mengelompokkan setiap pengunjung agar kita dapat membuat penawaran yang sesuai dengan perilaku mereka.

Disinilah pentingnya validasi market. Tidak itu saja, kita juga harus menawarkannya menggunakan channel pemasaran yang tepat. Apakah ingin menggunakan SEO atau menggunakan Facebook atau Instagram Ads.

Semuanya sangat besar pengaruhnya

Sebelum kita bahas lebih lanjut, saya ingin membahas fakta dari data-data berikut ini yang mungkin belum Anda tahu:

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 yang lalu mencapai 171.18 juta orang (Data APJII rilis April 2019).

Angka ini naik sebesar 10.12% atau 27,91 juta dari tahun sebelumnya (2017).

Dari data diatas membuktikan bahwa saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 64.8% dari total penduduk yang mencapai 264,16 juta jiwa.

Artinya saat ini sudah lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia menggunakan internet.Dan yang pasti pada tahun 2019 jumlahnya akan semakin meningkat.

Namun sayangnya pebisnis kecil di Indonesia masih sedikit yang memanfaatkan data diatas.

Kembali ke topik utama yaitu harapan terjadinya transaksi dari setiap pengunjung yang datang ke bisnis kita dan apa hubungannya dengan data diatas?.

Sayangnya berfokus pada transaksi menurut saya adalah kesalahan.

Adalah wajar ketika seorang pembeli yang datang tidak langsung membeli produk Anda terutama jika belum dikenal.

Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama ketika ditawari sebuah produk yang namanya belum pernah Anda dengar sebelumnya.

Transaksi adalah hasil dari proses penjualan, BUKAN penyebab terjadinya transaksi, dan hasil tidak bisa Anda kendalikan.

Kita tidak bisa berfokus kepada hal yang tidak bisa kendalikan, yang bisa kita fokuskan adalah penyebabnya yaitu sesuatu yang bisa Anda kendalikan.

Salah satu penyebab terjadinya transaksi adalah leads.

Leads biasa juga disebut dengan prospek atau potential buyer atau calon pelanggan.

Pada intinya adalah seseorang yang sudah mulai tertarik dengan bisnis Anda.

Indikasinya ada banyak, seperti sudah klik link menuju website Anda, sudah mengisi alamat email dari form yang Anda berikan.

Semakin bagus leads yang Anda dapatkan maka semakin mudah untuk kita mengolahnya sampai terjadi proses transaksi.

Bagus dalam artian spesifik dan bisa Anda kendalikan, email misalnya.

Semakin banyak leads yang Anda kumpulkan maka akan semakin tinggi kemungkinan terjadinya transaksi setiap harinya pada bisnis Anda

Oke, demikian tulisan singkat kami terkait dengan pemasaran online. Kunjungi terus Azhima Blog, kami akan menerbitkan artikel-artikel bagus lainnya.

Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Kenapa Afirmasi anda kurang Powerfull. Ini Jawabannya

afirmasi

Untuk meningkatkan pikiran negatif, tentu saja anda harus membiasakan program positif dalam kehidupan anda.

So, bagaimana cara mereprogram diri dengan program yang positif?

Cara yang paling umum adalah teknik Afirmasi. Yakni, dengan mengulang-ulang kalimat positif seperti “Semakin hari aku semakin rajin,” “Semakin hari kepercayaan diriku meningkat.”

Dalam dunia usaha, kita harus menyakinkan diri kita kalau bisnis kita akan sukses. Akan untung besar dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dengan mengulang-ulang kalimat positif, maka lama-kelamaan kalimat itu akan menjadi program positif di pikiran bawah sadar. Why? Karena pengulangan akan membuat apa yang kita ulang-ulang tertanam di pikiran bawah sadar kita.

Mungkin Anda sudah familiar dengan teknik ini bahkan sudah praktik dan berhasil. Saya ucapkan selamat.

Kalau Anda belum familiar atau Anda sudah menerapkan teknik ini tapi tidak membuahkan hasil, saya ucapkan selamat juga.

Lho? Yes, karena Anda berada di halaman yang tepat. Di email ini saya akan membagikan cara yang lebih powerful dari teknik Afirmasi untuk mereprogram pikiran bawah sadar Anda.

Mari kita awali dulu dari kelemahan teknik Afirmasi. Mengapa teknik Afirmasi berhasil pada sebagian orang tapi tidak berhasil pada sebagian lainnya?

Karena, teknik ini mereprogram diri Anda dari “luar” ke “dalam”. Sugesti positif seperti “Semakin hari aku semakin percaya diri” dimasukkan dari pikiran sadar turun ke pikiran bawah sadar.

Kalau sedari awal Anda memang sudah percaya diri, maka sugesti itu akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar Anda.

Tapi, kalau awalnya Anda minderan, kurang percaya diri, maka sugesti itu akan langsung ditolak mentah-mentah oleh pikiran bawah sadar Anda yang lebih dulu tertanam program yang bertolak belakang dengan sugesti Anda.

Jadi misal, Anda memasukkan sugesti “semakin hari saya semakin percaya diri”, pikiran bawah sadar Anda menjawab “percaya diri kok minderan,” “ga ada yang bisa dibanggain kok percaya diri.”

Lalu bagaimana cara yang tepat?

Anda harus mereprogram diri Anda dari “dalam” ke “dalam” (dari pikiran bawah sadar ke pikiran bawah sadar). Dalam kata lain, biarkan pikiran bawah sadar Anda mereprogram dirinya sendiri.

Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan positif yang dimulai dengan “mengapa?

Contohnya: Mengapa semakin hari saya semakin percaya diri?

Pertanyaan positif akan memancing jawaban positif dari pikiran bawah sadar Anda, di mana jawaban itu akan mengganti program negatif dalam diri Anda menjadi program positif yang mendukung kemajuan hidup Anda.

Jadi misal Anda mengajukan pertanyaan “Mengapa semakin hari saya semakin percaya diri?”, pikiran bawah sadar Anda akan memberikan jawaban positif seperti “Karena semakin hari kamu semakin sukses dan ada yang bisa dibanggakan”, misalnya.

Dengan cara ini, Anda jauh lebih mudah mereprogram diri Anda karena pikiran bawah sadar Anda tidak akan menolak jawaban yang ia berikan sendiri.

Betul?