Mindset Bisnis Online : Short term & Long Term

mindset bisnis online

Mindset keempat yang perlu dimiliki seorang pebisnis online adalah berkenaan dengan Short Term dan Long Term Business. Dibagin ketiga kemaren hal ini sudah sedikit saya singgung, dan sekarang akan saya bahas lebih dalam.

Short term business (bisnis jangka pendek) adalah bisnis yang biasanya ramai pada saat-saat tertentu dan redup beberapa waktu kemudian. Sedangkan Long term business (bisnis jangka panjang) adalah bisnis yang biasanya tidak seramai short term business, tapi lebih sustainable dan tahan lama.

Berikut beberapa kekurangan dan kelebihan antara Short term business dan long term business.

Short Term Business

Kelebihan :
– hasil lebih cepat

Kekurangan :
– tidak sustainable
– banyak faktor yang biasanya diluar kendali
– earning tidak stabil

Long Term Business

Kekurangan :
– hasil relatif lebih lambat

Kelebihan :
– sustainable
– lebih bisa mengendalikan resiko
– earning lebih stabil

Banyak pemula yang baru masuk bisnis online lebih memilih short term daripada long term karena relatif lebih cepat menghasilkan (lagi-lagi termasuk saya juga). Padahal jika dikalkulasi dalam jangka panjang, long term business jauh lebih unggul.

Tidak ada yang salah dengan short term business, selama anda mempunyai planning yang jelas, bisa mengkalkulasi berbagai resiko, punya rencana cadangan, dan tidak terjebak untuk stagnan di bisnis jangka pendek tersebut.

Short term business sangat berguna khususnya bagi yang masih awal-awal dalam bisnis online. Karena sifatnya yang relatif lebih cepat menghasilkan, kita bisa memanfaatkannya untuk mengumpulkan earning sebagai modal untuk membangun Long Term Business.

Misal, anda mempunyai blog dengan keyword-keyword trends. Blog dengan model ini lebih cepat mendapat trafik dan lebih cepat mendapatkan earning (misal ini blog bule dan anda pasang Adsense). Nah, dari penghasilan adsense blog ini, anda bisa investasikan untuk build blog baru dengan keyword-keyword yang abadi yg terus dicari orang tiap tahun.

Baca juga : Agar pengunjung tidak sekesar mampir

Kenapa di investasikan ke blog dengan keyword abadi ? Karena blog dengan keyword abadi lebih tahan lama dan jika sudah bertrafik bisa tetap menghasilkan walau tanpa update konten. Beda dengan blog trends yang jika tidak diupdate, trafik cenderung menurun karena keyword yang mejeng di SERP tidak lagi dicari oleh visitor.

Contoh lain, anda membangun sebuah olshop dengan model dropship (anda cuma sebagai makelar/perantara). Olshop model dropship (disini saya anggap sebagai Short term business) bisa jadi sarana yang bagus untuk anda mengumpulkan modal sebelum akhirnya anda membuka olshop dengan menyetok barang sendiri (Long Term Business).

Kenapa saya bilang dropship adalah short term business dan hanya sebagai batu loncatan ? Karena ada beberapa faktor kelemahan dalam dropship yang diluar kendali atau kontrol kita sebagai dropshipper, antara lain :
– stok barang tergantung supplier
– tidak mengetahui stok barang secara real time
– tidak bisa melihat dan mengecek langsung kualitas barang yang kita jual
– harga relatif lebih mahal daripada olshop yang mempunyai stok sendiri(karena kita mengambil selisih harga dari supplier)
– jika dikomplain pembeli kurang bisa membela diri, karena kita tidak mengetahui secara langsung proses pengiriman barang mulai dari packing, penulisan alamat dan sebagainya.

Faktor-faktor diatas adalah berdasarkan pengalaman saya sendiri waktu dulu menjadi dropshipper selama beberapa bulan sebelum akhirnya bisa stok barang sendiri.

Setelah bisa stok barang sendiri, Olshop yang saya bangun jadi lebih konsisten dalam jumlah penjualan, lebih baik dari segi pelayanan, lebih bervariasi jenis produk yang dijual, dan masih banyak kelebihan lainnya yang tidak saya dapatkan ketika menjadi dropshipper. Itulah kenapa mempunyai online shop dengan stok barang sendiri saya sebut sebagai Long Term Business, karena kita mempunyai kontrol penuh terhadap barang yang kita jual, pemasaran, pelayanan, pengiriman dan lain sebagainya.

Long Term Business dalam bisnis online tidak hanya ada dalam hal build blog atau web olshop (seperti contoh yang saya sebutkan diatas) namun ada hampir di setiap jenis online monetization. Entah itu Online service, Affiliate, Programming, Design, dan sebagainya.

Bahkan terkait dengan proses generate trafik pun kita harus berfikir long term. Karena kalau mengandalkan iklan berbayar terus, tentunya biaya operasional menjadi membengkak. Lagipula, saat ini sudah sangat banyak Jasa SEO Indonesia yang bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan peringkat website di Google.

Contoh lagi misalnya untuk design. Mengikuti kontes-kontes desain yang banyak diadakan di web-web luar termasuk short term business yang bisa anda lakukan jika anda adalah seorang desainer grafis, dan uang hasil kontes tersebut (jika menang) bisa anda pakai sebagai modal untuk membuka jasa desain sendiri (beli domain, theme, promosi, iklan, dll). Anda juga bisa membuka service serupa di forum atau di website marketplace seperti fiverr. Terakhir, anda juga bisa mengumpulkan uang hasil design online anda untuk membuka service offline di sekitar tempat tinggal anda (print kaos, design banner, logo, pamflet, kartu nama, undangan pernikahan, dll).

Jika anda bisa menemukan Long Term Business dari bidang yang anda minati, fokuskan lebih dari setengah energi anda kesitu, tetap konsisten, sabar, maka kesuksesan sudah dalam setengan genggaman anda.

Kesimpulan

Short Term business dan long Term business, kedua-keduanya sama-sama menghasilkan.

Hanya fokus ke short term saja, maka anda akan menjadi pekerja seumur hidup. Saat teman seperjuangan sudah mempunyai karyawan, traveling tiap bulan, menikmati rasanya financial freedom, anda masih bergulat dengan waktu dan pekerjaan. Gali lubang tutup lubang, pindah dari satu jenis bisnis ke bisnis lain, entah sampai kapan bisa bertahan.

Jika anda hanya fokus ke long term business saja, anda berpotensi sukses namun jalan yang anda tempuh lebih terjal. Konsistensi dan kesabaran anda akan lebih diuji, dan jika anda tidak kuat, maka kegagalan adalah konsekuensinya. Hanya fokus ke long term business juga membutuhkan modal finansial yang lebih besar karena tidak ada sokongan dana dari short term business Anda.

Menyeimbangkan antara short term business dan long term business menurut saya adalah kuncinya.

Awal-awal memulai bisnis (kira-kira 1 tahun pertama), fokuskan energi lebih ke yang short term (karena disini anda masih membutuhkan banyak modal dan anda belum tahu pasti mana yang akan menjadi long Term business anda).

Dipertengahan tahun (antara tahun ke 2 s/d ke 3) seimbangkan energi antar short term dan long term (anda sudah mempunyai modal yang lumayan dan sudah bisa menerka-menerka mana yang akan menjadi long Term business anda).

Disekitar tahun ke 4 s/d ke 5 fokuskan energi lebih ke long term business (anda sudah mempunyai banyak modal dan sudah tahu pasti mana yang akan menjadi long Term business anda).

Ditahun keenam anda di bisnis online, long term business anda sudah bisa jalan dan anda tinggal menikmati dan merawat hasil kerja keras anda.

Ilustrasi diatas bukanlah angka pasti, saya maksudkan hanya sebagai gambaran bagaimana semestinya kita mengatur proporsi antara short term dan long term business.

Tiap orang mempunyai takaran masing-masing dalam mencapai target long term nya. Ada yang butuh bertahun-tahun, ada yang hanya 1-2 tahun udah berhasil mencapai long term goal nya.

Faktor fokus, kerja keras dan kerja cerdas disini sangat mempengaruhi. Bidang yang ditekuni juga ikut menentukan, karena beda bidang dan niche beda pula tingkat kesulitannya.

Semoga artikel ini bisa memberi manfaat bagi Anda. Diseri terkahir (bagian kelima) nanti, saya akan membahas tentang Seni Outsourcing (Pendelegasian). Mindset kelima ini sangat penting untuk meningkatkan daya ungkit dan potensi bisnis Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *